GWM Tank 300 Diesel vs Bensin: Pilih yang Mana?
3 Nov 2026 · 16 min baca · Muhammad Ichwan

GWM Tank 300 Diesel vs Bensin: Perbedaan Performa dan Penggunaan
GWM Tank 300 menjadi salah satu SUV yang menarik perhatian penggemar kendaraan berdesain tangguh dan berkemampuan off-road. Mengusung tampilan boxy yang khas, konstruksi bodi kokoh, serta teknologi berkendara modern, mobil ini menawarkan kombinasi antara kenyamanan SUV premium dan kemampuan menjelajah berbagai medan.
Di Indonesia, GWM Tank 300 hadir dengan dua pilihan teknologi mesin yang memiliki karakter berbeda, yaitu Diesel dan Hybrid Electric Vehicle (HEV). Keduanya sama-sama dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi jalan, tetapi memiliki pendekatan berbeda dalam menghasilkan tenaga, torsi, dan efisiensi.
Lantas, apa perbedaan GWM Tank 300 Diesel vs Bensin? Apakah mesin diesel lebih cocok untuk perjalanan jauh dan aktivitas off-road, atau justru Tank 300 HEV dengan kombinasi mesin bensin turbo dan motor listrik menawarkan pengalaman berkendara yang lebih menarik?
Sebelum menentukan pilihan, mari kenali perbedaan keduanya dari sisi spesifikasi, karakter performa, konsumsi bahan bakar, kemampuan off-road, hingga kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Catatan penting: GWM Tank 300 HEV bukan sekadar Tank 300 bermesin bensin biasa. Varian ini menggunakan mesin 2.0L turbo bensin yang dipadukan dengan motor listrik. Karena itu, karakter performanya berbeda dari Tank 300 Diesel.
Baca juga: Seputar GWM Tank 300: Spesifikasi, Fitur, Performa, Harga, dan Modifikasi
1. Mengenal GWM Tank 300 Diesel dan Tank 300 HEV
GWM Tank 300 Diesel

GWM Tank 300 Diesel menggunakan mesin 2.4L turbo diesel dengan teknologi Variable Geometry Turbocharger (VGT). Teknologi ini membantu mengoptimalkan aliran udara menuju turbocharger sehingga mesin dapat menghasilkan torsi besar pada putaran mesin yang relatif rendah.
Karakter tersebut membuat Tank 300 Diesel menarik untuk pengemudi yang membutuhkan tenaga dorong kuat, terutama ketika membawa beban, melewati tanjakan, atau berkendara di medan yang membutuhkan traksi dan kontrol.
Di Indonesia, Tank 300 Diesel tersedia dalam pilihan penggerak 4x2 dan 4x4. Artinya, konsumen dapat mempertimbangkan kebutuhan penggunaan sebelum memilih sistem penggeraknya
Baca juga: Modifikasi GWM Tank 300 TOPFIRE Darkest Concept
GWM Tank 300 HEV (Hybrid Bensin)

Berbeda dari varian diesel, GWM Tank 300 HEV menggunakan mesin 2.0L turbo bensin yang dikombinasikan dengan motor listrik. Sistem hybrid ini menggabungkan tenaga dari mesin pembakaran internal dan motor listrik untuk menghasilkan performa yang lebih besar.
Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga dan torsi yang jauh lebih tinggi dibandingkan varian diesel. Motor listrik juga membantu memberikan respons tenaga yang cepat ketika kendaraan mulai berakselerasi.
Tank 300 HEV menggunakan transmisi otomatis hybrid 9-percepatan atau 9HAT dan sistem penggerak Intelligent Four-Wheel Drive (4WD). Varian ini ditujukan bagi pengemudi yang menginginkan performa tinggi, teknologi elektrifikasi, serta kemampuan off-road dalam satu kendaraan.
Baca juga: Modifikasi GWM Tank 300 dengan Body Kit Suzaku
2. Perbandingan Spesifikasi Mesin Tank 300 Diesel vs HEV
Perbedaan paling mendasar antara kedua varian terletak pada teknologi mesin dan sistem penggeraknya. Berikut perbandingan spesifikasi utama GWM Tank 300 Diesel dan HEV.
Spesifikasi | Tank 300 Diesel | Tank 300 HEV |
|---|---|---|
Jenis mesin | Diesel Turbo VGT | Bensin Turbo Hybrid |
Kapasitas mesin | 2.4L (2.370 cc) | 2.0L Turbo |
Tenaga maksimum | 135 kW / 184 PS | 255 kW / 342 HP |
Torsi maksimum | 480 Nm | 648 Nm |
Transmisi | Otomatis 9-percepatan (9AT) | Otomatis Hybrid 9-percepatan (9HAT) |
Sistem penggerak | Pilihan 4x2 dan 4x4 | Intelligent 4WD |
Teknologi utama | Variable Geometry Turbocharger | Mesin turbo bensin dan motor listrik |
Catatan: Angka tenaga dan torsi mengikuti spesifikasi yang dipublikasikan GWM Indonesia. Spesifikasi dapat berbeda menurut varian dan pembaruan produk. Angka tenaga HEV merupakan keluaran sistem hybrid, bukan tenaga mesin bensin saja.
Dari tabel tersebut, Tank 300 HEV unggul dalam angka tenaga dan torsi maksimum. Namun, angka tersebut bukan satu-satunya faktor yang menentukan pengalaman berkendara. Karakter penyaluran tenaga, jenis bahan bakar, sistem penggerak, dan kebutuhan pengguna juga perlu diperhatikan.
Baca juga: Upgrade Suspensi GWM Tank 300 dengan AC Propulsion AT2.5
3. Perbedaan Karakter Performa Mesin Diesel dan Hybrid Bensin
Karakter mesin diesel: torsi kuat pada putaran rendah
Salah satu keunggulan mesin diesel adalah kemampuannya menghasilkan torsi besar pada putaran mesin yang relatif rendah. Karakter ini sangat terasa ketika kendaraan mulai bergerak, membawa muatan, atau menghadapi jalan menanjak.
Pada GWM Tank 300 Diesel, mesin 2.4L turbo VGT menghasilkan torsi maksimum 480 Nm pada rentang 1.500–2.500 rpm. Rentang tersebut membuat tenaga dorong tersedia sejak putaran mesin rendah tanpa harus selalu menaikkan putaran mesin secara berlebihan.
Untuk penggunaan di medan yang membutuhkan tenaga secara konsisten, karakter ini menjadi salah satu daya tarik utama mesin diesel. Pengemudi dapat memanfaatkan torsi besar untuk membantu kendaraan melewati tanjakan, jalan berbatu, atau jalur dengan permukaan yang tidak rata.
Karakter mesin hybrid bensin: respons tenaga lebih spontan
Tank 300 HEV menawarkan pendekatan berbeda melalui kombinasi mesin bensin turbo dan motor listrik. Motor listrik dapat memberikan bantuan torsi sejak kendaraan mulai bergerak, sehingga respons akselerasi terasa lebih spontan.
Dengan tenaga sistem mencapai 342 HP dan torsi maksimum 648 Nm, Tank 300 HEV memiliki keunggulan dalam hal keluaran tenaga dan torsi dibandingkan varian diesel.
Karakter ini menarik bagi pengemudi yang menginginkan akselerasi responsif, baik ketika berkendara di jalan perkotaan maupun saat membutuhkan tenaga tambahan di jalur menanjak.
Kesimpulan performa: Tank 300 Diesel mengandalkan torsi besar dari mesin diesel turbo, sedangkan Tank 300 HEV menggabungkan tenaga mesin bensin dan motor listrik untuk menghasilkan performa sistem yang lebih tinggi. Pilihan terbaik bergantung pada karakter berkendara yang kamu inginkan.
Baca juga: Transformasi Maksimal GWM Tank 300 dengan Body Kit Shadow
4. Bagaimana Perbedaan Penggunaan Bahan Bakarnya?
Efisiensi bahan bakar merupakan salah satu pertimbangan penting sebelum membeli SUV berukuran besar seperti GWM Tank 300. Namun, membandingkan diesel dan hybrid tidak cukup hanya dengan melihat jenis bahan bakarnya.
Tank 300 Diesel untuk efisiensi perjalanan
Mesin diesel dikenal memiliki karakter pembakaran dan torsi yang mendukung efisiensi pada berbagai kondisi penggunaan. Pada Tank 300 Diesel, GWM menggunakan mesin 2.4L turbo dengan teknologi VGT dan transmisi otomatis 9-percepatan.
Kombinasi tersebut dirancang untuk menghasilkan tenaga yang memadai sekaligus mendukung efisiensi bahan bakar. Dalam informasi peluncurannya, GWM pernah menyampaikan angka konsumsi sekitar 8 liter per 100 km berdasarkan pengujian internal di jalanan Indonesia.
Meski demikian, angka tersebut bukan jaminan konsumsi bahan bakar dalam semua kondisi. Hasil aktual dapat berubah tergantung kondisi lalu lintas, kecepatan, beban kendaraan, tekanan ban, gaya mengemudi, dan kondisi jalan.
Baca juga: Galeri Modifikasi Mobil Jeep, 4x4, dan Lainnya di Pionir Auto Garage
Tank 300 HEV dengan bantuan motor listrik
Tank 300 HEV memiliki sistem hybrid yang memungkinkan mesin bensin bekerja bersama motor listrik. Dalam kondisi berkendara tertentu, sistem dapat mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik untuk membantu mengurangi kebutuhan kerja mesin pembakaran.
Keunggulan sistem hybrid bukan hanya pada penggunaan motor listrik, tetapi juga pada pengaturan kerja kedua sumber tenaga agar sesuai dengan kebutuhan berkendara.
Namun, konsumsi bahan bakar aktual tetap dipengaruhi oleh pola penggunaan kendaraan. Kondisi lalu lintas, rute perjalanan, kecepatan, dan seberapa sering sistem hybrid bekerja akan memengaruhi hasilnya.
Mana yang lebih irit?
Tidak tepat menentukan pemenang hanya berdasarkan jenis mesin. Perlu pengujian dengan rute, beban, kecepatan, dan kondisi penggunaan yang sama untuk mengetahui perbandingan konsumsi bahan bakar secara adil.
5. Tank 300 Diesel vs HEV untuk Penggunaan Harian

Meskipun sama-sama memiliki desain SUV off-road, GWM Tank 300 juga dapat digunakan sebagai kendaraan harian. Perbedaan karakter mesin membuat pengalaman berkendara kedua varian tidak sepenuhnya sama.
Penggunaan di dalam kota
Untuk penggunaan di perkotaan, Tank 300 HEV menawarkan karakter yang menarik. Bantuan motor listrik dapat membuat respons awal kendaraan terasa lebih spontan, terutama ketika menghadapi kondisi lalu lintas yang mengharuskan kendaraan sering berhenti dan kembali bergerak.
Sistem hybrid juga dapat mengatur penggunaan mesin dan motor listrik sesuai kondisi berkendara. Hal ini menjadi salah satu keunggulan teknologi HEV untuk penggunaan sehari-hari.
Sementara itu, Tank 300 Diesel tetap menawarkan karakter mesin yang kuat dan torsi besar. Varian ini cocok bagi pengemudi yang menyukai karakter mesin diesel dan membutuhkan kendaraan serbaguna untuk perjalanan dalam maupun luar kota.
Penggunaan di jalan tol
Ketika digunakan di jalan tol, kedua varian menawarkan keunggulan masing-masing. Tank 300 Diesel memiliki karakter torsi yang mendukung perjalanan jarak jauh, terutama ketika membawa penumpang dan barang.
Tank 300 HEV menawarkan tenaga sistem yang lebih besar dan respons akselerasi yang kuat ketika pengemudi membutuhkan tambahan tenaga untuk menyalip atau menyesuaikan kecepatan.
Kenyamanan perjalanan tetap dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kondisi suspensi, ban, tekanan angin, tingkat kebisingan kabin, serta gaya mengemudi.
Penggunaan untuk perjalanan jauh
Untuk perjalanan jarak jauh, Tank 300 Diesel menarik bagi pengguna yang mengutamakan karakter mesin diesel dan torsi besar. Varian ini juga menawarkan pilihan 4x2 bagi pengguna yang lebih banyak berkendara di jalan beraspal.
Tank 300 HEV cocok bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi dan teknologi hybrid dalam perjalanan antarkota. Namun, seperti kendaraan hybrid lainnya, perencanaan perjalanan tetap perlu mempertimbangkan ketersediaan bahan bakar yang sesuai dan fasilitas servis.
6. Mana yang Lebih Cocok untuk Off-Road?

Kemampuan off-road merupakan salah satu alasan utama banyak orang tertarik pada GWM Tank 300. Desain bodi yang kokoh, ground clearance tinggi, sistem penggerak empat roda, serta fitur pendukung off-road membuat kedua varian memiliki potensi untuk menghadapi medan yang menantang.
Namun, kemampuan off-road tidak hanya ditentukan oleh besarnya tenaga mesin. Sistem penggerak, rasio gigi, differential lock, kontrol traksi, ban, suspensi, dan keterampilan pengemudi juga berperan besar.
Keunggulan Tank 300 Diesel untuk off-road
Torsi 480 Nm yang tersedia pada putaran mesin rendah menjadi salah satu keunggulan Tank 300 Diesel. Karakter tersebut membantu pengemudi mengontrol pergerakan kendaraan ketika melewati jalur menanjak, berbatu, atau permukaan dengan traksi terbatas.
Pada varian 4x4, sistem penggerak empat roda dan fitur pengunci diferensial membantu mendistribusikan tenaga ketika salah satu roda kehilangan traksi. Tank 300 Diesel juga menawarkan mode penggerak 2H, 4H, dan 4L untuk menyesuaikan kondisi perjalanan.
Keunggulan Tank 300 HEV untuk off-road
Tank 300 HEV memiliki keunggulan dari sisi keluaran tenaga dan torsi sistem hybrid. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik menghasilkan tenaga besar yang dapat dimanfaatkan ketika kendaraan menghadapi medan yang membutuhkan performa tinggi.
Varian ini juga dilengkapi Intelligent 4WD, pilihan mode berkendara untuk berbagai medan, serta fitur pendukung off-road seperti differential lock dan crawl control.
Dengan dukungan teknologi tersebut, Tank 300 HEV tidak hanya ditujukan untuk penggunaan di jalan raya. Kendaraan ini juga dirancang untuk menghadapi aktivitas petualangan dan medan off-road.
Apakah tenaga lebih besar berarti lebih jago off-road?
Belum tentu. Tenaga dan torsi memang penting, tetapi kemampuan kendaraan melewati medan berat juga bergantung pada bagaimana tenaga tersebut disalurkan ke roda.
Misalnya, ketika melewati jalur berlumpur atau berbatu, pengemudi membutuhkan kontrol tenaga yang baik, traksi yang memadai, serta sistem penggerak yang sesuai. Penggunaan ban yang tepat dan pemahaman terhadap fitur 4WD juga sangat menentukan.
Karena itu, baik Tank 300 Diesel maupun HEV perlu digunakan dengan pengaturan berkendara yang sesuai dengan kondisi medan. Fitur off-road bukan pengganti teknik mengemudi dan persiapan kendaraan yang benar.
7. Perbedaan Teknologi dan Fitur Pendukung
Selain mesin, teknologi yang digunakan pada kedua varian juga menjadi pertimbangan penting. Tank 300 Diesel mengandalkan mesin diesel turbo dengan transmisi otomatis 9-percepatan, sedangkan HEV memiliki sistem penggerak hybrid yang menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan transmisi 9HAT.
Aspek | Tank 300 Diesel | Tank 300 HEV |
|---|---|---|
Teknologi mesin | Diesel turbo VGT | Bensin turbo dan motor listrik |
Transmisi | 9AT | 9HAT |
Sistem penggerak | Pilihan 4x2 dan 4x4 | Intelligent 4WD |
Fitur off-road | Fitur pendukung off-road dan differential lock sesuai varian | 9 drive modes, triple lock mechanism, dan crawl control |
Karakter utama | Torsi diesel pada putaran rendah | Performa sistem hybrid dan respons tenaga |
Perlu diperhatikan bahwa kelengkapan fitur dapat berbeda antara varian dan konfigurasi kendaraan. Sebelum membeli, pastikan kembali spesifikasi unit yang akan dipilih, khususnya untuk fitur penggerak dan perangkat off-road.
8. Perbedaan Kenyamanan dan Pengalaman Berkendara
Mesin bukan satu-satunya faktor yang menentukan kenyamanan sebuah SUV. Suara mesin, getaran, respons pedal gas, karakter transmisi, dan pengaturan suspensi juga memengaruhi pengalaman pengemudi serta penumpang.
Pengalaman berkendara Tank 300 Diesel
Tank 300 Diesel memiliki karakter khas mesin diesel turbo. Pengemudi yang terbiasa menggunakan kendaraan diesel mungkin akan lebih mudah beradaptasi dengan karakter penyaluran tenaganya.
Torsi yang tersedia pada putaran rendah menjadi nilai tambah ketika kendaraan membawa penumpang atau melewati jalan menanjak. Namun, suara dan getaran mesin diesel tetap menjadi karakter yang perlu dipertimbangkan ketika melakukan test drive.
Pengalaman berkendara Tank 300 HEV
Tank 300 HEV menawarkan pengalaman berkendara dengan karakter sistem hybrid. Bantuan motor listrik dapat memberikan respons awal yang berbeda dari mesin diesel konvensional.
Kombinasi tenaga mesin dan motor listrik juga memberikan performa sistem yang lebih besar. Bagi pengguna yang menginginkan SUV dengan teknologi elektrifikasi sekaligus kemampuan off-road, karakter ini menjadi salah satu daya tariknya.
Untuk mengetahui perbedaan kenyamanan secara langsung, sebaiknya lakukan test drive pada kedua varian apabila tersedia. Coba rasakan respons akselerasi, suara kabin, perpindahan transmisi, dan kenyamanan saat melewati permukaan jalan yang berbeda.
9. Kelebihan dan Kekurangan Tank 300 Diesel vs HEV
Setiap teknologi mesin memiliki kelebihan dan pertimbangannya masing-masing. Tidak ada satu pilihan yang otomatis menjadi terbaik untuk semua orang.
GWM Tank 300 Diesel
Kelebihan:
Torsi besar 480 Nm pada putaran mesin rendah.
Mesin diesel turbo dengan teknologi VGT.
Transmisi otomatis 9-percepatan.
Tersedia pilihan penggerak 4x2 dan 4x4.
Menarik untuk pengguna yang membutuhkan karakter torsi diesel dan kendaraan serbaguna.
Hal yang perlu dipertimbangkan:
Tenaga maksimum lebih rendah dibandingkan Tank 300 HEV.
Karakter suara dan getaran mesin diesel perlu dicoba secara langsung.
Varian 4x2 dan 4x4 memiliki kemampuan penggerak yang berbeda.
Perawatan sistem diesel turbo perlu mengikuti jadwal dan rekomendasi pabrikan.
GWM Tank 300 HEV
Kelebihan:
Tenaga sistem hybrid mencapai 342 HP.
Torsi sistem mencapai 648 Nm.
Kombinasi mesin bensin turbo dan motor listrik.
Respons akselerasi terbantu oleh motor listrik.
Memiliki Intelligent 4WD dan fitur pendukung off-road.
Menawarkan teknologi elektrifikasi dalam SUV berkemampuan off-road.
Hal yang perlu dipertimbangkan:
Teknologi hybrid memiliki sistem yang lebih kompleks dibandingkan mesin konvensional.
Perawatan perlu memperhatikan sistem mesin bensin dan komponen hybrid.
Harga pembelian dan biaya kepemilikan perlu disesuaikan dengan anggaran.
Pengguna perlu memahami karakter sistem hybrid agar dapat memaksimalkan manfaatnya.
10. Tank 300 Diesel atau HEV: Mana yang Cocok untuk Kebutuhan Kamu?
Setelah memahami perbedaan mesin, performa, dan teknologi, sekarang saatnya menentukan varian yang paling sesuai dengan kebutuhan penggunaan.
Pilih Tank 300 Diesel jika:
Kamu menyukai karakter mesin diesel turbo dengan torsi besar pada putaran rendah.
Kamu membutuhkan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh dan penggunaan serbaguna.
Kamu menginginkan pilihan sistem penggerak 4x2 maupun 4x4.
Kamu membutuhkan SUV yang dapat digunakan untuk aktivitas harian sekaligus perjalanan petualangan.
Kamu lebih menyukai teknologi mesin diesel konvensional dibandingkan sistem hybrid.
Pilih Tank 300 HEV jika:
Kamu mengutamakan tenaga dan torsi sistem yang lebih besar.
Kamu menginginkan respons akselerasi yang dibantu motor listrik.
Kamu tertarik menggunakan teknologi hybrid pada SUV berkemampuan off-road.
Kamu membutuhkan kendaraan untuk penggunaan perkotaan sekaligus perjalanan luar kota.
Kamu menginginkan kombinasi performa tinggi, teknologi elektrifikasi, dan fitur off-road.
Rekomendasi singkat: Tank 300 Diesel menarik bagi pengguna yang mengutamakan karakter mesin diesel dan fleksibilitas pilihan penggerak. Sementara Tank 300 HEV lebih sesuai bagi pengguna yang mencari performa sistem lebih tinggi dan pengalaman berkendara dengan teknologi hybrid.
11. Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Tank 300
Sebelum menentukan pilihan, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu pertimbangkan agar kendaraan yang dibeli benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
1. Tentukan kebutuhan penggunaan utama
Apakah kendaraan akan lebih sering digunakan untuk perjalanan dalam kota, perjalanan jarak jauh, aktivitas keluarga, atau kegiatan off-road? Jawaban dari pertanyaan ini akan membantu menentukan karakter mesin dan sistem penggerak yang paling sesuai.
2. Pertimbangkan pilihan 4x2 dan 4x4
Jika sebagian besar perjalanan dilakukan di jalan beraspal, varian 4x2 dapat menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan. Namun, jika kamu berencana menjelajahi medan yang lebih menantang, sistem penggerak 4x4 memberikan kemampuan tambahan yang dibutuhkan.
3. Hitung biaya kepemilikan
Jangan hanya mempertimbangkan harga pembelian kendaraan. Perhitungkan juga biaya bahan bakar, servis berkala, pajak, asuransi, ban, serta kebutuhan perawatan lainnya.
4. Perhatikan kebutuhan modifikasi
Jika kamu berencana melakukan modifikasi, pertimbangkan kebutuhan sejak awal. Contohnya penggunaan ban All Terrain, upgrade pencahayaan, roof rack, awning, bumper, winch, atau perlengkapan camping.
Pastikan setiap modifikasi sesuai dengan fungsi kendaraan, kapasitas komponen, serta aspek keselamatan. Perubahan ukuran ban, suspensi, dan bobot aksesori juga perlu diperhitungkan agar karakter berkendara tetap sesuai kebutuhan.
5. Lakukan test drive
Spesifikasi di atas kertas memang membantu, tetapi pengalaman berkendara secara langsung akan memberikan gambaran yang lebih jelas. Coba rasakan respons mesin, karakter transmisi, kenyamanan kabin, visibilitas, dan posisi berkendara.
12. FAQ: Pertanyaan Seputar GWM Tank 300 Diesel vs Bensin
Apakah GWM Tank 300 bensin sama dengan Tank 300 Hybrid?
Di Indonesia, varian bensin yang dipasarkan sebagai Tank 300 HEV menggunakan mesin 2.0L turbo bensin yang dipadukan dengan motor listrik. Jadi, HEV merupakan kendaraan hybrid, bukan sekadar Tank 300 bermesin bensin konvensional.
Berapa tenaga GWM Tank 300 Diesel?
GWM Tank 300 Diesel memiliki tenaga maksimum 135 kW atau 184 PS dan torsi maksimum 480 Nm.
Berapa tenaga GWM Tank 300 HEV?
GWM Tank 300 HEV memiliki tenaga sistem maksimum 255 kW atau 342 HP, dengan torsi sistem maksimum 648 Nm.
Mana yang memiliki torsi lebih besar, Tank 300 Diesel atau HEV?
Berdasarkan spesifikasi sistem, Tank 300 HEV memiliki torsi maksimum 648 Nm, sedangkan Tank 300 Diesel menghasilkan 480 Nm. Namun, keduanya memiliki karakter penyaluran tenaga yang berbeda.
Apakah Tank 300 Diesel tersedia dalam pilihan 4x2?
Ya. GWM Tank 300 Diesel di Indonesia tersedia dalam pilihan penggerak 4x2 dan 4x4. Pilihan ini memberikan fleksibilitas bagi konsumen sesuai kebutuhan penggunaan kendaraan.
Apakah Tank 300 HEV bisa digunakan untuk off-road?
Bisa. Tank 300 HEV memiliki sistem Intelligent 4WD dan berbagai fitur pendukung off-road, termasuk pilihan mode berkendara, differential lock, dan crawl control.
Apakah Tank 300 Diesel lebih irit daripada HEV?
Tidak bisa disimpulkan hanya dari jenis mesinnya. Konsumsi aktual dipengaruhi oleh kondisi jalan, pola berkendara, beban kendaraan, dan cara kerja sistem penggerak. Perbandingan yang adil membutuhkan pengujian dengan kondisi yang sama.
Apakah kedua varian cocok untuk penggunaan harian?
Keduanya dapat digunakan sebagai kendaraan harian. Tank 300 Diesel menawarkan karakter torsi mesin diesel, sedangkan Tank 300 HEV menghadirkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik. Pilih berdasarkan preferensi berkendara, anggaran, dan kebutuhan penggunaan.
Kesimpulan: Pilih Tank 300 Diesel atau HEV?
GWM Tank 300 Diesel dan Tank 300 HEV sama-sama menawarkan karakter SUV tangguh dengan pendekatan teknologi yang berbeda.
Tank 300 Diesel mengandalkan mesin 2.4L turbo diesel VGT dengan tenaga 184 PS dan torsi 480 Nm. Karakter torsi pada putaran rendah serta pilihan penggerak 4x2 dan 4x4 menjadikannya menarik bagi pengguna yang mengutamakan fleksibilitas dan karakter mesin diesel.
Di sisi lain, Tank 300 HEV menggabungkan mesin 2.0L turbo bensin dan motor listrik untuk menghasilkan tenaga sistem 342 HP serta torsi 648 Nm. Kombinasi ini memberikan performa lebih besar sekaligus pengalaman berkendara dengan teknologi hybrid.
Jadi, tidak ada satu varian yang otomatis lebih baik untuk semua orang. Jika kamu mengutamakan karakter diesel dan pilihan penggerak yang fleksibel, Tank 300 Diesel layak dipertimbangkan. Namun, jika kamu menginginkan performa sistem yang lebih tinggi dan teknologi hybrid, Tank 300 HEV bisa menjadi pilihan menarik.
Yang terpenting adalah memilih kendaraan berdasarkan kebutuhan nyata, bukan hanya angka tenaga dan torsi di atas kertas.
Konsultasikan GWM Tank 300 Bersama Pionir Auto Garage
Masih mempertimbangkan GWM Tank 300 Diesel atau HEV? Atau kamu ingin mengetahui pilihan aksesori dan modifikasi yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan?
Tim Pionir Auto Garage siap membantu kamu berdiskusi mengenai kebutuhan aksesori, spare part, dan modifikasi GWM Tank 300.
Pionir Auto Garage
Jl. Duri Kepa Raya No.17, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510.
Konsultasi modifikasi dan informasi produk:
Tanya Harga & Stok via WhatsApp: 0822-11-101-101
Artikel Terkait
Baca Juga
GWM Tank 3001 Agu 2026 · 3 min baca
Transformasi Maksimal GWM Tank 300 dengan Body Kit Shadow di Pionir Auto Garage
Transformasi maksimal GWM Tank 300 dengan body kit Shadow di Pionir Auto Garage. Pusat modifikasi GWM Tank 300 terlengkap di Indonesia dengan hasil beringas, berkelas, dan fungsional.
Baca selengkapnya
GWM Tank 30021 Apr 2026 · 5 min baca
Modifikasi GWM Tank 300 Body Kit Suzaku: Tampil Gagah untuk Harian by Pionir Auto Garage
Review lengkap modifikasi GWM Tank 300 menggunakan body kit Suzaku di Pionir Auto Garage. Upgrade velg, ban BFGoodrich, roof rack, dan aksesoris premium untuk harian.
Baca selengkapnya
GWM Tank 30018 Apr 2026 · 5 min baca
Modifikasi GWM Tank 300 Topfire: Ganteng Maksimal, Siap Harian & Offroad | Pionir Auto Garage
Review lengkap modifikasi GWM Tank 300 konsep Topfire oleh Pionir Auto Garage. Upgrade bumper, velg, ban, lampu, dan aksesoris offroad premium untuk tampilan maksimal.
Baca selengkapnya